GKKR (Gerakan Kebangunan Kristen Reformed) dimulai oleh Muriwali Yanto Matalu beberapa bulan sebelum menyelesaikan program sarjana teologi di STT SALEM Malang, tepatnya pada tanggal 6 Maret 2006. Gerakan ini adalah satu gerakan kebangunan teologi sistematika dan apologetika Reformed yang dikombinasikan dengan penginjilan, kebangunan rohani, dan mandat budaya. GKKR adalah yayasan berbadan hukum dan terdaftar di Kemenkumham. VISI & MISI Kami melihat bahwa kondisi Kekristenan saat ini baik di dalam iman sejati, pengetahuan akan kebenaran firman, maupun kehidupan moralnya, sungguh sangat menurun. Teologi Liberal masih bercokol di dalam gereja-gereja tertentu dan penekanan pada emosi secara ekstrim di dalam Gerakan Kharismatik menghasilkan kekacauan doktrin sehingga melemahkan iman Kristen yang sejati. Bangkitnya Gerakan Zaman Baru ( New Age Movement ) yang bersifat panteis, yakni percaya bahwa segala sesuatu adalah allah, dan filsafat postmodern yang memaksa kemutlakan ke...
Cristofer Samsuri: Shalom pak. Saya ingin bertanya, bagaimana pandangan teologi Reformed tentang childfree? MYM: Itu melawan Alkitab. Pernikahan adalah institusi yang diciptakan Tuhan untuk kemuliaan diri-Nya. Di dalam pernikahan itu ada dua hal penting: Pertama, persekutuan suami istri sedemikian rupa di hadapan Tuhan. Istilah "keduanya menjadi satu daging" (Kej. 2:24) merujuk pada hubungan seksual suami isteri. Artinya, di sini adalah menikmati persekutuan dan kesenangan di dalam Tuhan. Ini penting dan menjadi faktor pemberi refreshing dan kegembiraan (fungsi rekreasi) bagi suami istri sehingga dalam menjalankan tugas (mandat budaya) sesuai panggilan Tuhan di dunia ini (untuk konteks Adam: Memelihara Taman Eden, Kej. 2:15, juga seluruh bumi, Kej. 1:28, dan untuk konteks kita, di bidang pekerjaan kita masing-masing), kita melakukannya dengan penuh gairah dan kesegaran. Kedua, pernikahan juga ditujukan untuk beranakcucu dan bertambah banyak, agar manusia bisa meme...